Skip to main content

Panduan Umum Ternak Kambing, Tahap Awal Merintis Usaha yang Menguntungkan

Panduan Umum Ternak Kambing

Ternak Kambing - Saat ini, banyak peternak pemula yang gencar mencari berbagai panduan umum ternak kambing, baik dari media internet maupun dari saran orang-orang di sekitar yang sudah berpengalaman. Hal ini dikarenakan banyaknya permintaan masyarakat akan hewan yang terkenal ketika musim kurban ini. Sehingga, mereka pun menjadi tertarik untuk terjun menggeluti usaha ternak kambing.

Kambing ternak menghasilkan daging berlimpah yang mudah diolah menjadi berbagai jenis makanan. Selain itu, kambing ternak dengan jenis etawa juga dapat menghasilkan susu murni yang banyak disukai anak-anak maupun orang dewasa. Susu kambing dihargai lebih tinggi dibandingkan susu sapi. Namun, produk ini tidak seintensif produk susu sapi. Susu kambing masih dianggap sebagai produk sampingan, sementara produk utamanya tetap berupa daging.

Jenis-jenis Kambing yang Dapat Dibudidayakan

Ada banyak jenis kambing ternak yang dapat menjadi pilihan anda untuk dibudidayakan. Baik untuk diambil dagingnya atau diambil susunya. Kedua produk yang dihasilkan oleh kambing ternak ini dapat mendatangkan keuntungan bagi para peternak yang membudidayakannya. Berikut ini jenis-jenis kambing ternak yang dapat dibudidayakan di Indonesia dengan menerapkan panduan umum ternak kambing.

1. Kambing Kacang


Jenis kambing ini paling banyak dibudidayakan di Indonesia. Sebab memiliki ketahanan tubuh yang sangat baik dan tidak memerlukan perawatan yang ribet, sehingga mudah dibudidayakan secara subsisten atau sampingan. Ukuran kambing jantan bisa mencapai 30 kg dan betina 25 kg.

2. Kambing Etawa (Jamnapari)


Kambing jantan pada jenis ini bisa mencapai berat 120 kg, sedangkan betina 90 kg. Selain diambil dagingnya, kambing ini juga dapat diambil susunya karena merupakan kambing perah. Susu yang dihasilkan bisa mencapai 2 liter per hari.

3. Kambing Peranakan Etawa (PE)


Kambing PE merupakan persilangan antara kambing jamnapari dengan kambing lokal. Jenis kambing ini biasa dibudidayakan untuk diambil daging dan susunya. Kambing jantan jenis ini bisa mencapai berat 120 kg, sedangkan betina 80 kg.

4. Kambing Jawa Randu


Kambing jawa randu merupakan persilangan antara kambing PE dengan kambing kacang. Kambing jantan dan betina untuk jenis ini bisa mencapai berat 40 kg. Walaupun tak sebesar kambing PE, kambing jawa randu bisa menghasilkan susu hingga 1,5 liter per hari. Selain itu, kambing ini sering dijadikan sebagai hewan kurban atau akikah.

5. Kambing Boer


Jenis kambing ini merupakan pedaging unggul dengan pertumbuhan yang sangat cepat. Pada umur 3 bulan kambing ini bisa mencapai berat 35-45 kg, kemudian umur 2-3 tahun beratnya naik hingga mencapai 150 kg untuk jantan dewasa dan 90 kg untuk betina dewasa.

6. Kambing Saanen


Jenis kambing ini merupakan penghasil susu handal yang dapat mencapai 740 kl selama masa laktasi. Tetapi kambing ini kurang dapat beradaptasi dengan iklim tropis Indonesia, sehingga biasanya disilangkan dengan jenis kambing lain yang tahan terhadap iklim tropis.

Panduan Umum Ternak Kambing

Dalam ternak kambing, ada beberapa tahap yang harus kamu lakukan agar proses budidaya dapat berjalan dengan baik dan berhasil. Hasil yang dimaksud adalah kambing dapat berkembang biak menjadi lebih banyak dengan daging berkualitas. Begitu pula jika anda memelihara kambing perah. Susu yang dihasilkan pun akan lebih berkualitas dalam jumlah banyak. Berikut panduan umum ternak kambing yang dapat kamu terapkan.

1. Menyiapkan Kandang Kambing

Tahap awal yang harus anda lakukan ketika memutuskan beternak kambing adalah menyiapkan kandangnya. Ada dua tipe kandang kambing, yaitu kandang koloni dan kandang individual. Pada tipe koloni, kandang kambing dibuat bersekat-sekat. Masing-masing ruangan diisi oleh 3-10 ekor kambing. Sedangkan pada tipe individual, dalam satu ruangan hanya diisi oleh 1 ekor kambing.

2. Memilih Bibit Kambing Yang Unggul

Biasanya, pemilihan bibit kambing disesuaikan dengan kebutuhan budidaya, apakah diambil dagingnya, susunya, atau keduanya. Setelah itu, dapat ditentukan jenis-jenis kambing yang akan diternak. Namun, secara umum ada beberapa patokan yang biasanya digunakan untuk menentukan induk kambing jantan dan betina, sehingga dapat menghasilkan bibit kambing yang unggul.

3. Memelihara Kambing

Dalam panduan umum ternak kambing, ada tiga cara memelihara dan membesarkan kambing, yaitu secara tradisional, semi intensif dan intensif. Cara tradisional biasanya dilakukan oleh peternak yang bermukim di desa. Kambing-kambing yang dipeliharanya akan dilepas di alam bebas yang banyak tumbuh daun-daunan hijau, sehingga kambing dapat leluasa untuk mencari makan sendiri dan tidak akan mengalami stres karena selalu berada dalam kandang.

Sedangkan, untuk pemeliharaan secara semi intensif dan intensif biasanya dilakukan oleh peternak yang memiliki lahan terbatas. Kambing-kambing yang dipeliharanya hanya dapat berada dan tumbuh besar di dalam kandang setiap saat. Kambing-kambing tersebut tidak diberi keleluasaan untuk mencari makan sendiri. Melainkan, para peternaklah yang akan memberikan kebutuhan pakan kambing-kambing tersebut setiap saat.

Penyediaan pakan dan minum

Kambing sangat menyukai makanan berupa daun-daunan hijau. Diantaranya adalah lamtoro, daun nangka, gamal, dan lain-lain. Daun-daunan inilah yang dijadikan sebagai pakan dasar dalam ternak kambing. Pakan dasar berupa dedaunan ini sebaiknya diberikan dalam jumlah sekitar 3% dari bobot tubuh kambing apabila dalam kondisi kering. Tapi jika dedaunan dalam kondisi basah, maka jumlahnya sekitar 10-15% dari bobot tubuh kambing.

Selain dedaunan hijau, kambing juga harus diberi pakan tambahan berupa konsentrat. Pakan tambahan ini dapat dibeli di toko pakan hewan atau dibuat sendiri. Biasanya konsentrat yang disukai kambing adalah berupa dedak, tepung ikan, dan bungkil kedelai. Konsentrat yang digunakan untuk pakan kambing setidaknya memiliki kandungan protein 16%. Sehingga, gizi kambing akan tercukupi.

Selain dedaunan hijau dan konsentrat, kambing juga memerlukan vitamin dan mineral. Sehingga para peternak harus memenuhinya dengan membeli pakan yang mengandung vitamin dan mineral, atau membuatnya sendiri. Kemudian untuk minum, kambing biasanya membutuhkan air sekitar 1,5-2,5 liter per hari. Namun penyediaannya tak perlu dibatasi, jika air habis maka dapat ditambah lagi. Selain itu, tempat air minum harus dalam kondisi bersih.

Perawatan ternak kambing

Panduan umum ternak kambing dalam hal yang harus diperhatikan dalam merawat kambing adalah pemeliharaan sanitasi kandang dan kambing itu sendiri. Kandang harus selalu dibersihkan 1 atau 2 kali sehari. Karena kandang yang kotor dapat menjadi sarang penyakit. Selain itu, kambing harus senantiasa dicek kesehatannya. Sebelum dimasukkan kandang, sebaiknya kambing dimandikan atau dibersihkan dari berbagai parasit seperti cacing dengan memberikan obat cacing.

Khusus untuk kambing perah, seperti berjenis kambing etawa, pemerahan susu dapat dilakukan setelah 4-7 hari pasca kambing melahirkan. Frekuensi pemerahan susu dapat dilakukan 2 kali sehari, yaitu pada pagi dan sore hari dengan menggunakan peralatan perah yang steril. Jangan lupa untuk membersihkan puting susu kambing sebelum diperah agar susu yang dihasilkan lebih berkualitas dan jauh dari bakteri penyakit atau kotoran.

Perkembangbiakan Kambing

Panduan umum ternak kambing selanjutnya adalah tentang perkembangbiakkan kambing. Indukan kambing yang baik biasanya dapat beranak minimal 3 kali dalam waktu setahun. Kambing betina akan siap kawin pada usia 6-10 bulan. Namun, sebaiknya kambing betina mulai dikawinkan pada usia 10-12 bulan atau ketika bobotnya telah mencapai 55-60 kg. Hal ini agar anak kambing yang dihasilkan dapat mencapai bobot yang sempurna dan menjadi bibit kambing yang unggul.

Biasanya kambing betina yang sedang mengalami birahi akan menjadi gelisah, nafsu makan dan minum menurun, sering mengibaskan ekor, kemaluan bengkak, sering kencing, dan diam saat dinaiki kambing jantan. Siklus birahi kambing betikan biasanya berselang 17-12 hari dan berlangsung selama 24-45 jam. Masa kehamilan pada kambing sekitar 144-156 hari dan penyapihan atau istirahatnya selama 2 bulan.

Keuntungan Usaha Ternak Kambing

Banyak keuntungan yang dapat diperoleh dari usaha ternak kambing. Sehingga tak heran jika banyak orang yang tertarik untuk terjun menggeluti usaha ini. Selain dapat menghasilkan daging yang banyak, kambing juga dapat diambil susunya. Harga jual daging dan susunya pun terbilang tinggi di pasaran. Oleh karena itu, banyak orang yang mulai menerapkan panduan umum untuk ternak kambing dalam usahanya.

Selain itu, pakan, minum, kandang yang dibutuhkan oleh kambing tidak menyulitkan peternak untuk menyediakannya. Dengan biaya yang tak terlalu banyak, para peternak kambing dapat meraup untung yang lebih banyak lagi. Apalagi jika kambing-kambing peliharaannya dapat berkembang biak dalam jumlah banyak. Tentu peternak akan menjadi semakin untung. Itulah sebabnya, panduan umum ternak kambing ini sangat dianjurkan untuk diterapkan dalam usahamu.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar