Cara Budidaya Jamur Tiram Putih yang Baik dan Benar

Faktanya masih banyak orang yang belum mengetahui cara budidaya jamur tiram putih yang baik dan benar, hal ini terbukti dengan banyaknya kegagalan dalam membudidayakan jamur ini. Padahal dengan membudidayakan jamur tiram putih dapat memberikan keuntungan kepada kamu, mengingat permintaan jamur ini begitu banyak dipasaran. Hal ini tentunya tidak terlepas dari manfaat yang dimiliki oleh jamur tiram ini.


Sebab selain dapat dijadikan sebagai olahan makanan, jamur tiram putih memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Apalagi untuk membudidayakan jamur ini sangat mudah serta cocok untuk negara seperti Indonesia yang memiliki iklim tropis. Karena biaya dalam membudidayakannya murah serta keuntungan yang didapatkan dari penjualan jamur ini banyak maka tidak ada salahnya jika kamu juga membudidayakan jamur ini di rumah.

Mengenal Jamur Tiram

Sebelum membahas cara dalam membudidayakan jamur ini maka kamu harus mengetahui apa itu jamur tiram putih dan seperti apa bentuknya. Sebab tidak semua jamur dapat dimakan dan memberikan efek positif, karena beberapa jamur ada yang beracun. Jadi dengan mengetahui jamur tiram putih itu seperti apa maka kamu tidak akan salah membudidayakan jamur.

Jamur tiram putih memiliki nama Pleurotus Ostreatus yang termasuk dalam kelompk Basidiomycota.  Jamur tiram ini memiliki bentuk seperti kulit tiram sehingga diberikan nama jamur tiram, jamur ini sendiri memiliki warna putih dengan bentuk lingkaran. Jamu ini pastinya bisa ditemukan di alam bebas, dimana kamu bisa menemukannya di kayu yang lapuk. Tidak heran jika beberapa orang menyebutkan jamur ini sebagai jamur kayu.

Cara Budidaya Jamur Tiram Putih

Agar proses budidaya jamur ini bisa berhasil maka ada  baiknya jika kamu mengetahui cara dalam memudidayakan jamur ini. Walaupun di alam bebas jamur ini bisa ditemukan disembarangan tempat namun jika membudidayakannya tidaklah semudah yang terlihat. Jadi jangan sampai kamu gagal membudidayakannya mengingat jamur ini banyak dicari oleh banyak orang, oleh sebab itu berikut beberapa cara dalam membudidayakannya.

1. Mempersiapkan kumbung

Kumbung merupakan rumah pada jamur jadi sudah pasti benda ini merupakan tempat untuk merawat baglog maupun dalam menumbuhkan jamur nanti. Umumnya kumbung sendiri merupakan bangunan yang biasa diisi dengan rak-rak yang nantinya akan diletakkan baglog. Pastinya bangunan tersebut haruslah mampu dalam menjaga suhu dan kelembaban, karena suhu dan kelembaban memberikan pengaruh yang besar terhadap perkembangan jamur nanti.

Mempersiapkan kumbung

Ada baiknya jika kumbung tersebut dari bambu maupun kayu, untuk bagian dindingnya bisa terbuat dari papan. Pada bagian atapnya bisa menggunakan genteng maupun sirap, hindarilah menggunakan atap berupa asbes maupun seng karena dapat membuat ruangan menjadi panas. Pada bagian lantainya maka ada baiknya jika tidak diplester sehingga ketika jamur disiram air maka dapat meresap ke dalam.

Di dalam kumbung nantinya kamu harus mengisi dengan rak dalam bentuk kisi-kisi yang berbentuk bertingkat, nantinya rak ini berfungsi untuk menyusun baglog. Rak sendiri dapat terbuat dari bambu maupun kayu, agar rapi maka letakkan secara sejajar. Antara satu rak dengan rak lainnya pisahkan dengan lorongan agar mempermudah proses perawatan nanti.

2. Membersihkan kumbung

Cara budidaya jamur tiram putih kedua adalah dengan membersihkan kumbung apabila telah selesai. Jadi hal ini harus dilakukan sebelum baglog dimasukkan ke dalam kumbung, dengan membersihkan kumbung beserta dengan rak yang akan digunakan maka jamur dapat tumbuh dengan bagus dan baik.  Kemudian jangan lupa untuk melakukan pengapuran di dalam kumbung.

Lalu semprotkan juga fungisida dan diamkan selama 2 hari sebelum baglog dimasukan ke dalam kumbung nanti, kemudian jika kira-kira obatnya sudah menghilang maka baru kamu bisa memasukkan baglog ke dalamnya sehingga jamur dapat berkembang biak dengan baik serta cepat. Langkah ini tentunya sangat penting, sebab dapat memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan jamur nanti.

3. Mempersiapkan baglog

Dalam cara budidaya jamur tiram putih tentunya baglog merupakan bagian terpenting, karena baglog merupakan media tanam yang nantinya akan menjadi tempat meletakkan jamur tiram. Biasanya bahan utama baglog terbuat dari serbuk gergaji, nantinya pada salah satu ujungnya akan diberikan lubang yang menjadi tempat jamur tumbuh dan menyembul keluar jika sudah tumbuh.

Mempersiapkan baglog

Apabila kamu sudah ahli dan merupakan petani berskala besar maka bisa membuat baglog sendiri karena sangat mudah, namun jika masih pemula maka bisa membeli baglog kepada pihak lain sambil belajar. Jadi nantinya kamu dapat berfokus dalam proses membudidayakan saja, baglog juga dijual dengan harga sangat terjangkau. Karena 1 kg baglog biasanya sekitar Rp 2.000 hingga 2.500.

4. Proses perawatan baglog

Sebelum memasang baglog, kamu harus membuka cicin dan kain penutup baglog. Diamkan selama 5 hari, kemudian lakukan penyiraman jika lantai terbuat dari tanah. Hal ini bertujuan akan kelembaban di dalam menjadi tinggi. Potonglah ujung baglog, dimana hal ini bertujuan agar ruang pertumbuhan menjadi luas sehingga jamur bisa tumbuh berukuran besar.

Dilarang untuk melakukan penyiraman selama 3 hari, kecuali jika kamu hanya ingin menyiram pada bagian lantai saja. Lalu setelah itu dalam cara budidaya jamur tiram putih, kamu harus melakukan penyiraman secara sprayer. Lakukan penyiraman hingga membentuk kabut bukan dengan sistem tetesan air. Lakukanlah penyiraman selama 2 hingga 3 kali sehari, dimana semakin bagus kabut yang ada maka semakin baik.

5. Proses panen

Apabila baglog telah tertutup secara sempurna maka seelah 1 hingga 2 minggu setelah pembukaan baglog maka jamur sudah tumbuh dan siap dipanen. Apabila ujung jamur sudah peruncing maka tandanya jamur sudah siap panen, pastikan bahwa bagian tudungnya belum pecah dan bewarna putih. Karena jika kamu melewatkan masa panen maka warna jamur akan menjadi kuning dan bagian tudung menjadi pecah.

Hal ini tentunya akan membuat jamur mudah layu dan tidak tahan lama. Dengan menggunakan baglog maka kamu bisa memanen sebanyak 5 hingga 8 kali dengan mendapatkan 0,7 hingga 0,8 kg jamur dari 1 kg baglog. Setelah panen maka baglog tidak dapat digunakan lagi jadi harus dibuang, apabila kamu tidak ingin rugi maka bisa juga dimanfaatkan sebagai bahan pupuk kompos.

Kesalahan yang Sering Terjadi dalam Budidaya Jamur

Walaupun sudah terdapat cara budidaya jamur tiram putih, namun tidak sedikit orang yang melakukan kesalahan dalam proses membudidayakan jamur ini. Kesalahan yang sering dilakukan adalah seperti tidak mensterilkan peralatan, padahal proses budidaya jamur dapat membuat peralatan rentan terkena kontaminasi terutama pada mikroba dengan jamur. Apabila peralatan tidak dijaga kebersihannya maka sangat mudah membuat jamur terkena penyakit.

Kesalahan lain yang dilakukan adalah lantai pada kumbung dibiar menjadi becek, hal ini tentunya membuat munculnya jamur lainnya sehingga pertumbuhan jamur tiram menjadi terganggu. Walaupun jamur membutuhkan kelembaban untuk tumbuh namun jangan sampai berlebihan karena tidak baik untuk proses perkembangan jamur. Selain itu tidak membersihkan baglog juga sering dilakukan, padahal hal ini dapat berakibat fatal.

Karena apabila tidak disterilkan maka dapat membuat jamur yang berkembang terkena penyakit, oleh sebab itu tidak ada salahnya jika kamu menstrilkan baglog dengan memasaknya terlebih dahulu. Walaupun memakan sedikit biaya namun jamur yang tumbuh dapat berkualitas sehingga layak dijual dengan harga yang tinggi. Jadi keuntungan yang didapatkan juga banyak sekali.

Keuntungan yang Didapatkan Jika Membudidayakan Jamur Tiram

Pastinya ada banyak sekali keuntungan yang bisa kamu dapatkan jika membudidayakan jamur ini, salah satunya adalah permintaan akan jamur ini tinggi sehingga keuntungan yang didapatkan juga banyak. Selain itu jamur ini produktivitasnya tinggi sehingga kamu akan sering melakukan panen yang dapat membuat kamu banyak menjual jamur. Apalagi untuk membudidayakan jamur ini mudah karena tidak membutuhkan peralatan khusus.

Baca juga : Panduan Teknis Budidaya Pisang, Buah Lembut dan Kaya Vitamin!

Ditambah lagi jamur tiram ini dapat dibudidayakan dalam lahan yang sempit sehingga bisa dilakukan di rumah sekalipun. Jadi tidak diperlukan modal yang banyak jika ingin membudidayakan jamur ini. Apalagi jamur ini sangat mudah untuk tumbuh diberbagai media sehingga tidak sulit ketika proses membudidayakannya. Jadi dapat disimpulkan bahwa cara budidaya jamur tiram putih sangat mudah asal benar dilakukannya.

Belum ada Komentar untuk "Cara Budidaya Jamur Tiram Putih yang Baik dan Benar"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel tautan link

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2 iklan 336x280

Iklan Bawah Artikel tautan link