Panduan Teknis Budidaya Pisang, Buah Lembut dan Kaya Vitamin!

Pisang merupakan salah satu jenis buah yang mudah tumbuh di segala jenis tanah. Tak heran, jika banyak orang yang menggunakan panduan teknis budidaya pisang dari media internet maupun saran orang yang sudah berpengalaman untuk diterapkan dalam usaha bertaninya. Tak perlu membutuhkan biaya yang banyak, setiap orang dapat dengan mudah membudidayakan buah bertekstur lembut yang umum dengan kulit berwarna kuningnya ini.

Mengenali Kandungan dan Manfaat Buah Pisang

Pisang adalah salah satu jenis buah yang mudah tumbuh di wilayah tropis, seperti Indonesia. Pisang memiliki daging buah yang bertekstur lembut, terasa manis, namun tidak segar seperti buah lain. Selain terasa manis dan enak, buah pisang juga mengandung berbagai zat yang sangat baik untuk kesehatan tubuh. Diantaranya adalah karbohidrat, kalium, vitamin c, potassium, serat, vitamin B6, dan mangan.

Cara Panduan Teknis Budidaya Pisang

Dengan rasa manis dan berbagai kandungan zat didalamnya, menjadikan pisang digemari dan disukai oleh semua orang. Buah ini memiliki banyak sekali manfaat yang sangat dibutuhkan oleh tubuh kita. Buah pisang dapat menjadikan pencernaan lancar, tekanan darah menurun, resiko stroke menurun, baik untuk kulit, menambah stamina, dan meredakan nyeri ulu hati.

Mengenali Jenis-jenis Pisang Unggulan yang Sering Dibudidayakan

Banyak sekali jenis pisang yang dapat tumbuh subur di wilayah Indonesia. Namun, ada beberapa jenis yang merupakan pisang unggulan dan seringkali sengaja dibudidayakan oleh para petani pisang. Dengan menjual buah pisang unggulan, para petani dapat meraup untung yang cukup besar. Berikut adalah jenis buah pisang unggulan yang sering dibudidayakan menggunakan panduan teknis budidaya pisang.

1. Pisang Ambon

Ada 2 jenis pisang ambon yang banyak dibudidayakan, yaitu pisang ambon lumut dan pisang ambon kuning. Buah pisang ambon lumut berukuran 15-17 cm, satu tandan berjumlah 7-12 sisir dan tiap sisir terdiri dari 20 buah. Sedangkan buah pisang ambon kuning lebih melengkung berukuran 15-17 cm, satu tandan berjumlah 6-9 sisir dan tiap sisir terdiri dari 20 buah.

2. Pisang Raja Bulu

Pisang raja bulu memiliki kulit yang tebal dan berwarna kuning oranye saat matang. Aromanya sangat harum ketika sudah matang. Biasanya dalam satu tandan buah pisang terdapat 6-19 sisir dan tiap sisir berjumlah sekitar 14-16 buah.

3. Pisang Raja Sereh

Panduan teknis budidaya pisang dalam pembahasan pisang yang selanjutnya adalah pisang yang sering disebut sebagai pisang susu ini memiliki kulit tipis berwarna kecoklatan dengan bintik-bintik hitam. Buahnya bertekstur lembut, dagingnya berwarna putih hingga agak kekuningan, rasanya manis, dan aromanya khas.

4. Pisang Barangan

Pisang ini sering dikenal dengan nama pisang medan. Kulit pisang barangan berwarna kuning hingga kemerahan saat matang. Pisang ini memiliki daging buah berwarna putih agak kekuningan, tidak berbiji, manis, kering, dan aromanya khas.

5. Pisang Mas

Kulit pisang mas berwarna kuning mulus saat matang. Buah ini biasanya disuguhkan saat ada pesta atau hajatan. Ukuran buah ini kecil, berkulit tipis, dagingnya lunak dan berwarna putih kekuningan, rasanya manis serta aromanya khas. Dalam satu tandan biasanya ada 5-9 sisie dan jumlah tiap sisirnya sekitar 18 buah.

6. Pisang Mas Kirana

Pisang ini memiliki bentuk menyerupai pisang mas, namun ukurannya lebih besar. Pisang mas kirana lebih tahan lama dibandingkan dengan pisang mas yang cenderung mudah busuk. Sehingga, jenis pisang ini dapat dijadikan komoditas ekspor.

7. Pisang Nangka

Pisang nangka memiliki daging buah yang cenderung kenyal, sehingga jarang dikonsumsi secara langsung, melainkan harus diolah terlebih dahulu. Kulit buah pisang nangka cukup tebal berwarna hijau. Bila sudah kelewat matang, warna kulitnya menjadi kekuningan hingga coklat. Pisang ini beraroma mirip nangkan dengan ukuran 15 cm, jumlah satu tandan ada 7-8 sisir dan tiap sisir berjumlah 14-24 buah.

8. Pisang Tanduk

Jenis pisang yang sering dibudidayakan menggunakan panduan teknis budidaya pisang yang selanjutnya adalah pisang tanduk juga jarang dikonsumsi secara langsung dan harus diolah terlebih dahulu. Kulit buah pisang tanduk cukup tebal berwarna kuning dengan bintin-bintik hitam. Buah pisang ini memiliki ukuran hingga 28 cm, dagingnya berwarna kuning muda hingga putih kekuningan, satu tandannya hanya berjumlah 1-2 sisir dan tiap sisir terdiri dari 10-15 buah.

9. Pisang Kepok

Pisang kepok merupakan pisang olaharn yang biasanya disajikan dengan digoreng atau direbus. Kulit pisang ini tebal dan berwarna kuning bila matang. Daging buahnya berwarna kekuningan. Dalam satu tandan biasanya ada 10-16 sisir dan tiap sisir terdiri dari 20 buah.

10. Pisang Cavendish

Pisang Cavendish merupakan primadona ekspor yang banyak diminati oleh pasar Timur Tengah dan Cina. Kulitnya berwarna kuning mulus saat matang dengan rasa buah yang sedikit asam dan tekstur daging yang lembut, padat, serta berisi. Buahnya berukuran 15 cm dan biasanya melengkung. Dalam satu tandan terdapat 10-14 sisir dan tiap sisirnya terdiri dari 6-9 buah.

Panduan Teknis Budidaya Pisang

Jika kamu tertarik untuk terjun dalam usaha budidaya pisang, maka kamu perlu mempelajari panduan budidaya pisang. Terdapat beberapa tahap yang harus dilakukan, mulai dari persiapan bibit unggul hingga cara memanen pisang yang baik dan tepat. Dengan demikian, kamu akan lebih mudah dalam usaha membudidayakan pisang. Berikut tahapan budidaya pisang.

1. Persiapan Bibit Unggul

Dalam panduan teknis budidaya pisang, bibit unggul dapat dapat membuat hasil panen lebih maksimal. Terdapat 3 jenis bibit pisang, yaitu bibit anakan, bibit bonggol, dan hasil kultur jaringan. Bibit anakan diambil dari tanaman pisang yang telah memiliki tunas. Bibit bonggol didapat dari bonggol tanaman pisang yang telah dipanen. Sedangkan bibit hasil kultur jaringan berasal dari teknologi yang dilakukan di laboratorium.

2. Persiapan Lahan Budidaya Pisang

Pastikan lahan budidaya pisang sudah terbebas dari penyakit dan gulma. Cangkul tanah dengan kedalaman 30-40 cm dan buat bedengan memanjang. Jarak antar bedengan disesuaikan dengan jarak tanam. Jarak tanam tergantung dari jenis pisang. Misalnya, untuk pisang barangan jaraknya sekitar 3x3 meter, dengan populasi maksimal 1000 rumpun  tanaman per hektar. Buatlah parit setiap 50 meter untuk saluran drainase air.

3. Penanaman Bibit Pisang

Buatlah lubang tanam dengan ukuran 50x50x50 cm pada jarak tanam yang telah ditentukan. Tanamlah bibit unggul yang telah disiapkan dan berikan pupuk kandang sekitar 15 kg per lubang tanam.

4. Pemeliharaan Tanaman Pisang

Dalam panduan teknis budidaya pisang, tindakan pemeliharaan tanaman pisang meliputi pemupukan, pengendalian gulma, penjarakan anakan, pembungkusan tandan pisang dan pengendalian hama.

  • Pemupukan tanaman pisang dilakukan 3 bulan sekali dengan cara memasukkan pupuk pada lubang tanam dengan jarak 50 cm dari tanaman.
  • Penyiangan gulma dilakukan pada 3 bulan pertama secara intens karena gulma akan berebut nutrisi dengan tanaman yang masih lemah. Setelah berumur lebih dari 5 bulan, penyiangan gulma dapat dikurangi karena kanopi tanaman menutupi area sekitar tanaman, sehingga pertumbuhan gulma terhambat.
  • Penjarangan anakan memiliki 2 fungsi, yaitu untuk penyediaan bibit dan merawat tanaman induk agar berbuah maksimal. Usahakan dalam satu rumpun tanaman maksimal ada 3 pohon pisang. Sehingga, bibit dan buah yang dihasilkan bisa lebih maksimal.
  • Pembungkusan tandan dilakukan mencegah buah pisang terserang hama dan penyakit. Bungkuslah tandan pisang menggunakan kantong plastik yang mengandung insektisida. Lakukan sebelum pisang pertama membuka dan jantung sudah mulai merunduk tetapi belum mekar.
  • Pengendalian hama harus dilakukan agar tidak menggangu pertumbuhan tanaman pisang.

Panen Buah Pisang

Tahap akhir dalam panduan teknis budidaya pisang adalah pemanenan. Umur panen pisang tergantung pada tujuan pasarnya. Jika tujuannya untuk diekspor, maka buah pisang harus dipanen pada tingkat kematangan 3/4. Sedangkan jika untuk didistribusikan di pasar lokal, maka buah pisang dipanen pada tingkat kematangan penuh. Biasanya, buah pisang dipanen sekitar umur 3-4 bulan dihitung sejak bunga mekar.

Dalam panduan budidaya pisang, ciri-ciri buah pisang yang siap dipanen adalah bentuknya membulat dan tidak ada lipatan sudut yang tajam. Kulitnya berubah dari warna hijau tua menjadi hijau muda. Selain itu, bunga di ujung buah mengering dan mudah dipatahkan. Dengan demikian, buah pisang sudah siap dipanen dan didistribusikan ke pasar lokal maupun diekspor.

Baca juga : Cara Budidaya Jamur Tiram Putih yang Baik dan Benar

Ketika memanen buah pisang, jangan sampai buah pisang jatuh saat dipanen. Sebab, dagingnya dapat menjadi lembek karena terbentur tanah. Oleh karena itu, tebanglah pohon pisang sekitar 2/3 dari atas tanah. Potong tandan buah pisang dan tiriskan getah yang menetes dari tandan tersebut. Demikianlah panduan teknis budidaya pisang yang dapat kamu terapkan. Semoga bermanfaat.

Belum ada Komentar untuk "Panduan Teknis Budidaya Pisang, Buah Lembut dan Kaya Vitamin!"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel tautan link

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2 iklan 336x280

Iklan Bawah Artikel tautan link