Skip to main content

8 Rekomendasi Tempat Wisata di Kota Bangko yang Wajib Anda Kunjungi

Tempat Wisata di Bangko - Mengunjungi tempat wisata terkhususnya bagi Anda yang berada di Kota Bangko, Kabupaten Merangin  atau sengaja mengunjunginya setelah melakukan rutinitas pekerjaan sehari-hari adalah suatu langkah yang baik untuk menghilangkan kejenuhan kerja untuk dapat melihat keindahan alam bersama teman, sahabat dan keluarga tercinta.  Nah kali ini, gudangjobs.com memberikan referensi tempat-tempat wisata yang ada di Kota Bangko. Langsung disimak aja ya!

Inilah Tempat-tempat Wisata di Kota Bangko yang Wajib Anda Kunjungi

Tempat Wisata di Bangko #1 Alam Geopark Merangin

Wisata Alam Geopark Merangin

Berwisata ke Jambi tidak akan lengkap rasanya jika Anda tidak mengunjugi wisata alam di merangin yang satu ini. Geopark Merangin, wisata alam ini sangat populer di kalangan wisatawan di Jambi karena daya tarik berupa fosil flora berusia 350 juta tahun yang ada di dalamnya.

Hingga saat ini, Lokasi Geopark Merangin ini masih belum terkelola dengan baik. Pemerintah setempat masih belum mensuport secara serius untuk tempat wisata di Jambi ini. Padahal jika dikelola dengan baik, objek wisata ini dipastikan akan mendatangkan pemasukan yang tidak sedikit.

Meskipun belum terkelola dengan baik, akan tetapi pemandangan fosil tua yang ada di Geopark ini benar-benar sangat menakjubkan. Fosil flora yang sudah berusia lebih dari 350 juta tahun ini benar-benar memberikan pengalaman wisata yang sangat menarik. Selain itu, kegiatan arung jeram yang harus ditempuh untuk mencapai lokasi fosil flora ini juga sangat menantang adrenalin para wisatawan.

Tempat Wisata di Bangko #2 Air Terjun Dukun Batuah Merangin


Keindahannya pun patut diperhitungkan, dan bisa menjadi alternatif destinasi wisata Jambi. Air Terjun Dukun Betuah merupakan salah satunya.

Mendengar namanya saja, pasti orang sudah mengira air terjun ini sangat berkaitan dengan nuansa mistis. Air Terjun Dukun Betuah memang dikenal angker oleh penduduk sekitar. Namun berbagai cerita seram sama sekali tak menciutkan niat wisatawan untuk datang. Sebuah air terjun dengan tinggi 100 meter, dan dikelilingi tebing terjal menjadi fenomena yang sungguh menawan.

Secara geografis, letak Air Terjun Dukun Betuah berada di Desa Rantau Suli, Kecamatan Sungai Tenang, Kabupaten Merangin, Jambi. Lokasi dimana air terjun berada berjarak kurang lebih 95 kilometer dari Kota Bangko. Wisatawan pun harus melakukan perjalanan sekitar 3 jam yang bisa ditempuh dengan mobil ataupun motor.

Sesampainya di pemukiman penduduk, wisatawan harus melanjutkan perjalanan sekitar 1,5 kilometer dan hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki atau sepeda motor. Sesampainya di lokasi, pengunjung harus menuruni jalan setapak yang cukup ekstrim dan menantang. Banyak sekali bebatuan yang menjadi rintangan, wisatawan bisa memanfaatkan rotan untuk berpegangan agar tidak terpeleset.

Air Terjun Dukun Betuah menyajikan sebuah panorama alam yang indah, berupa air terjun eksotis dengan tinggi 100 meter. Kamu akan dimanjakan dengan suasana asri yang ada pada air terjun ini, sekaligus sensasi berpetualang di alam liar. Kamu bisa menikmati keindahan air terjun, dan juga mandi atau bermain air dengan puas.

Disini kamu juga bisa memancing karena terdapat beberapa jenis ikan yang hidup di sungainya. Sambil menghilangkan penat, dan melupakan rutinitas sehari-hari kamu bisa menyantap ikan hasil pancinganmu sembari menikmati alam yang asri. Tempat ini juga sangat cocok untuk tempat bercamping, atau berekreasi menghabiskan waktu bersama teman ataupun keluarga.

Keindahan Air Terjun Dukun Betuah juga sangat cocok untuk dijadikan sebagai objek pemotretan. Apalagi bagi kamu yang hobi hunting foto, khususnya memotret keindahan panorama alam. Ada banyak objek yang bisa kamu abadikan disini, seperti air terjun, tebing-tebing terjal serta sungai lengkap dengan bebatuan dan air yang mengalir jernih.

Kamu juga bisa memotret air terjun ini dari atas, apabila kamu memiliki drone memotret dari udara pastinya akan memberikan hasil foto yang lebih menarik dan indah. Tak lengkap pula jika belum berselfie di tempat seindah air terjun ini. Kamu bisa memanfaatkan Air Terjun Dukun Betuah sebagai background berfoto.

Tempat Wisata di Bangko #3 Air Terjun Perentak


Secara administratif, letak Air Terjun Telun Perentak berada Kecamatan Pangkalan Jambu, Kabupaten Merangin, Jambi. Lokasi air terjun berjarak kurang lebih 60 kilometer dari Kota Bangko, yang dapat ditempuh dengan perjalanan sekitar satu jam saja. Wisatawan pun bisa menggunakan mobil atau motor, namun setelah tiba di desa terdekat perjalanan hanya bisa dilanjutkan dengan motor saja.

Jarak dari desa menuju lokasi air terjun sekitar satu kilometer, dengan melewati jalan setapak. Perjalanan ini juga bisa ditempuh dengan berjalan kaki, terkadang jalanan pun akan becek saat hujan mengguyur. Selama perjalanan ini, pengunjung akan ditemani dengan suasana alam yang masih asri, serta kicauan burung nan merdu.

Rasa penat pun sirna seketika saat tiba di lokasi air terjun, terpampang dengan jelas dihadapan mata sebuah air terjun cantik bertingkat yang sangat indah. Gemericik air yang jatuh menimpa bebatuan, terdengar syahdu seolah memecah keheningan hutan. Pengunjung juga akan dimanjakan dengan sejuknya udara di sekitar air terjun.

Memiliki ketinggian mencapai 50 meter, Air Terjun Telun Perentak ini memang sangat unik dan berbeda. Tak seperti air terjun pada umumnya yang pancurannya jatuh langsung ke bawah, air terjun ini justru mengalir lebih tenang karena kemiringan batu yang berundak. Terlihat dengan jelas, air yang jernih menyapu bebatuan disekitarnya.

Namun pada sisi lain air terjun, terdapat pula debit air yang mengalir cukup deras sehingga terdengar suara gemuruhnya. Pengunjung pun bisa menikmati di air terjun, dengan berada tepat pada aliran airnya. Sensasi yang ditawarkan pun cukup seru, dan jernihnya air akan memberikan efek segar pada tubuh.

Pengunjung pun juga bisa menaiki bebatuan ini, dan menuju ketingkat-tingkat berbeda. Kayu, rotan dan tebing batu bisa dimanfaatkan sebagai pegangan agar tidak terpeleset. Namun tetaplah berhati-hati karena arus air terjun yang cukup kuat dibeberapa bagian, bisa mengurangi keseimbangan dan bisa saja tubuh akan terhempas jatuh kebawah.

Tak hanya bisa menikmati Air Terjun Telun Perentak dari bawah, wisatawan juga bisa melihat panorama indah dari atas air terjun ini. Bagi yang takut melewati tebing-tebing batu, terdapat jalan setapak dan tangga di sebelah air terjun untuk menuju ke atas. Sesampainya diatas, wisatawan akan dimanjakan dengan keindahan alam sekitar berupa hutan dengan hijaunya pepohonan.

Air Terjun Telun Perentak selalu ramai dikunjungi wisatawan dikala akhir pekan maupun liburan. Tak hanya masyarakat Kabupaten Merangin saja, air terjun ini sudah cukup dikenal dan banyak pula yang datang dari luar kota. Bukan tak mungkin, kedepannya air terjun yang masih masuk kawasan Geopark Merangin ini menjadi salah satu destinasi andalan di Jambi.

Banyak pula wisatawan yang datang ke Air Terjun Telun Perentak untuk berfoto dengan background air terjun. Mulai dari anak kecil hingga orang dewasa, nampaknya tak ingin kehilangan momen indah dan mengabadikannya dalam sebuah foto. Kamu pun bisa berselfie di air terjun ini, terdapat banyak spot seperti di atas air terjun atau pada batuan besar yang dialiri air.

Air terjun ini juga bisa dijadikan sebagai tempat pemotretan foto prewedding. Keindahan dari air terjun akan membuat foto prewedding semakin berkesan. Tak jarang pula, banyak fotografer panorama alam yang datang. Jika kamu ingin hasil gambar yang lebih menawan, kamu bisa membawa drone dan memotret dari udara.

Tempat Wisata di Bangko #4 Danau Depati Empat Merangin


Secara geografis, Danau Depati Empat terletak pada Kecamatan Jangkat, Kabupaten Merangin, Jambi. Dari Kota Bangko, lokasi danau ini berjarak sekitar 130 kilometer dan memerlukan waktu tempuh kurang lebih 4 jam. Terdapat beberapa rute yang bisa digunakan wisatawan untuk menuju danau ini, namun rute yang paling sering digunakan yaitu melewati Desa Pulau Tengah.

Sesampainya di Desa Pulau Tengah, perjalanan tak bisa lagi dilanjutkan dengan menggunakan kendaraan dan wisatawan harus tracking sejauh 9 kilometer. Dengan melewati hutan dan jalan setapak, perjalanan ini akan menghabiskan waktu sekitar 3 jam. Bagi para petualang dan pecinta alam, tentu berkunjung ke Danau Depati Empat merupakan pilihan wisata yang menarik.

Saat tracking, wisatawan pun sudah bisa menikmati indahnya alam yang masih lestari berupa deretan pohon pinus. Udara segar, serta merdunya kicauan burung akan menjadi pengiring selama perjalanan. Pengunjung pun tak akan merasa bosan, dan akan menjadi sebuah pengalaman seru yang tak akan terlupakan.

Danau Depati Empat merupakan danau yang berada pada ketinggian 1.200 meter diatas permukaan laut. Danau ini berada di kaki gunung dan juga masih menjadi kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat. Memiliki luas yang mencapai 271 hektar, danau ini merupakan kawasan konservasi alam yang disekitarnya juga hidup berbagai jenis flora dan fauna.

Perjalanan yang melelahkan pun akan terbayar, saat wisatawan tiba di Danau Depati Empat. Hamparan air jernih yang memenuhi danau, serta panorama sekitar berupa perbukitan dan hutan menjadi pemandangan indah yang menyejukkan mata. Angin sepoi-sepoi pun tiada henti berhembus, menciptakan suasana asri yang menenangkan jiwa.

Menurut sejarah yang diwariskan secara turun temurun oleh masyarakat setempat, danau ini dahulu memiliki empat pemiliki yaitu Depati Gento Rajo dari Desa Pulau Tengah, Depati Siang Tito dari Desa Rantau Suli, Depati Payung dari Margo Serampas dan Depati Muncak dari Desa Muara Madras. Dari empat depati ini masyarakat setempat akhirnya memberi nama Danau Depati Empat.

Selain itu, danau ini juga sering disebut dengan Danau Gedang yang memiliki arti danau besar. Hal ini dikarenakan pada Kecamatan Jangkat terdapat 3 buah danau, yaitu Danau Pauh, Danau Kecik, dan juga Danau Depati Empat. Danau ini lebih besar dari Danau Pauh dan Danau Kecik, sehingga masyarakat pun sering menyebutnya Danau Gedang.

Meskipun lokasinya cukup jauh dari pemukiman warga, namun danau ini tetap menjadi sumber mata pencaharian bagi masyarakat setempat. Banyak warga yang sering memancing, atau menangkap ikan didanau. Hasilnya pun lumayan, dan ikan-ikan ini dikeringkan untuk dijual. Warga menyebut metode pengolahan ikan tersebut dengan istilah Krasak.

Demi menjaga kelestarian danau, warga setempat menggunakan cara dan alat tradisional untuk mencari ikan. Bahkan alat transportasinya pun masih sederhana yang berupa rakit, dan perahu biduk. Dengan kearifan lokal masyarakat dalam menjaga alam, tak heran jika Danau Depati Empat masih memancarkan pesonanya hingga saat ini.

Tempat Wisata di Bangko #5 Grao Sakti Renah Kemumu


Secara administratif, Air Panas Grao Sakti terletak pada Desa Renah Kemumu, Kecamatan Jangkat, Kabupaten Merangin, Jambi. Lokasinya kurang lebih berjarak sekitar 130 kilometer dari pusat kabupaten yaitu Kota Bangko dan berjarak sekitar 40 kilometer dari Danau Pauh. Perjalanan yang harus ditempuh memang cukup lama, setidaknya memerlukan waktu 4 jam hingga 5 jam dengan menggunakan mobil.

Untuk menuju dari Kota Bangko ke Kecamatan Jangkat, wisatawan tak hanya bisa menggunakan kendaraan pribadi namun juga tersedia angkutan umum yang melayani trayek ini. Usai sampai di Kecamatan Jangkat, perjalanan menuju ke Air Panas Grao Sakti bisa dilanjutkan dengan naik ojek.

Dibutuhkan usaha ekstra untuk mencapai lokasi pemandian Air Panas Grao Sakti ini. Untuk mencapainya, pengunjung harus berhadapan dengan medan sulit berupa jalan tanah yang belum diaspal. Belum lagi ketika usai diguyur hujan, jalan pun semakin sulit dilalui. Banyak mobil-mobil wisatawan yang selip dan terperangkap dikubangan.

Tak hanya itu saja, lebatnya hutan di Desa Renah Kemumu juga harus dilalui pengunjung. Bagi wisatawan yang hobi berpetualang, maka perjalanan ini akan terasa sangat seru dan menantang. Medan yang berat pun akan lebih mudah dilewati jika pengunjung menggunakan motor trail. Di sepanjang perjalanan, akan tersaji panorama hijaunya hutan yang masih asri serta alami.

Air Panas Grao Sakti merupakan geyser atau sumber air panas alami yang berada pada sebuah sungai. Sumber air panas ini telah ditemukan sejak ratusan tahun lalu, sebelum Belanda menginjakkan kaki di Nusantara. Uniknya, sumber air panas ini mampu menyemburkan air yang konon bisa mencapai ketinggian 30 meter.

Hal tersebut bisa terjadi jika sang pawang berteriak serta melakukan tepukan tangan. Semburan air pun dengan anehnya, terlihat seperti tengah menari-nari bersama kepulan asap dari batu-batuan sungai. Saking panasnya air yang ada di pemandian ini, wisatawan bisa merebus telur atau juga memasak mie instan dengan waktu 3 menit saja.

Aroma belerang yang berasal dari sumber air panas ini pun bisa dicium wisatawan. Disekitar sumber air panas utama, terdapat sebuah kolam alami yang bisa digunakan untuk berendam. Air di kolam ini sangat jernih, dan merupakan campuran dari air panas dan air sungai yang dingin. Pengunjung bisa berelaksasi dan merasakan sensasi mandi di kolam alami sambil menikmati suasana alam nan asri.

Tak hanya unik, Air Panas Grao Sakti ini juga menyimpan sejumlah kisah mistis pada masa lalu. Menurut sesepuh desa setempat, konon tempat ini sering digunakan dalam ritual-ritual pengiriman santet. Saat itu, ajaran Islam belum tersebar hingga ke desa ini. Masyarakat setempat pun percaya, santet grao sangat ampuh dan mampu menghilangkan nyawa seseorang.

Bukan sembarangan orang yang bisa mengirim santet, hanya paranormal atau dukun berilmu tinggi yang mampu melakukannya. Namun kini setelah ajaran Islam masuk di desa, dan seiring perkembangan zaman masyarakat pun meninggalkannya. Kini Air Panas Grao Sakti telah berubah menjadi objek wisata yang mulai dikenal hingga ke luar daerah karena keunikannya.

Keunikan yang terdapat pada Air Panas Grao Sakti ini juga bisa kamu abadikan dalam sebuah foto. Semburan air yang keluar dari celah-celah batu, diiringi kepulan asap menciptakan objek yang menarik dan cukup menawan. Air yang jernih serta pemandangan sekitar berupa hijaunya hamparan pepohonan juga bisa kamu bidik dengan kamera.

Bagi kamu yang memiliki drone, kamu bisa pula mengambil gambar atau merekam keindahan sumber air panas ini dari udara. Gambar yang dihasilkan pun semakin indah, dan terkesan anti mainstream. Kamu pun bisa berselfie, sekedar mengabadikan momen dengan memanfaatkan pemandangan sekitar sebagai background.

Tempat Wisata di Bangko #6 Nuansa Alami Gunung Masurai


Gunung Masurai sebenarnya berada pada 3 kecamatan yaitu, Kecamatan Jangkat, Kecamatan Lembah Masurai dan Kecamatan Sungai Tenang. Titik awal pendakian yang biasanya digunakan para pendaki berada di Desa Sungai Lalang, Kecamatan Lembah Masurai. Untuk menuju ke desa ini, pengunjung harus menempuh jarak sekitar 100 kilometer dari Kota Bangko. Perjalanan ini bisa ditempuh dengan memakan waktu sekitar 3 jam.

Di Desa Sungai Lalang, terdapat satu homestay yang sering digunakan untuk berkumpul para pendaki dari berbagai daerah. Di homestay ini wisatawan bisa istirahat dan mempersiapkan perbekalan mendaki. Pendakian di Gunung Masurai memang belum ramai seperti gunung-gunung yang lain. Tetapi keindahan panorama berupa danau-danau eksotis menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan.

Dari Desa Sungai Lalang jarak untuk sampai di pintu rimba masih lumayan jauh. Pendakian pun dimulai dengan melewati ladang serta perkebunan kopi milik warga setempat. Kawasan ladang dan kebun ini sebenarnya masih bagian dari hutan gunung yang beralih fungsi. Medan pun masih tergolong mudah dilalui, dan perjalanan pun akan terasa menyenangkan dengan sajian hijaunya perkebunan.

Gunung Masurai sejatinya termasuk dalam gunung berapi, namun kini gunung ini sudak tak aktif lagi. Memiliki ketinggian yang mencapai 2.980 meter diatas permukaan laut, gunung ini juga masuk dalam kawasan hutan konservasi Taman Nasional Kerinci Seblat. Pada gunung ini terdapat beberapa danau eksotis yang berada pada ketinggian, yaitu Danau Kumbang, Danau Mabuk, Danau Larangan dan Danau Merah.

Danau Kumbang menjadi danau yang paling sering dikunjungi, karena memiliki panorama indah dengan hijaunya hutan yang mengelilingnya. Menurut cerita masyarakat setempat, nama Gunung Masurai berasal dari mas yang terurai. Memang disekitar gunung ada beberapa tambang emas, yang menurut penelitian emas di daerah ini memiliki kualitas terbaik dengan kadar kemurnian mencapai 99%.

Namun mas yang terurai juga bisa bermakna tentang keindahan alam yang dimiliki gunung ini. Gunung Masurai memiliki jalur pendakian yang cukup ekstrim, dengan lebatnya hutan tropis serta dipenuhi tumbuhan lumut. Banyak dijumpai lumut-lumut tebal yang melapisi pepohonan, hutan pun cukup lembab namun kelestariannya masih sangat terjaga.

Jalur pendakian menuju puncak gunung pun sangat membingungkan, dan bisa membuat pendaki tersasar. Hal ini dikarenakan jalan yang ditumbuhi semak belukar, meskipun telah diberi papan-papan petunjuk jalan. Wisatawan pun akan menemui banyak persimpangan jalan, sehingga bagi pendaki pemula diwajibkan untuk mengajak pemandu atau orang yang mengenal jalur pendakian Gunung Masurai.

Dalam pendakian, wisatawan pun akan menghadapi berbagai rintangan yang cukup ekstrim. Jalur dengan kemiringan yang sangat curam, jalanan licin dan lembab menjadi tantangan untuk ditaklukkan. Pada jalur pendakian ini, untungnya terdapat beberapa shelter yang bisa digunakan untuk beristirahat, mengisi perbekalan air, dan juga mendirikan tenda.

Sebelum sampai di puncak, pendaki bisa mampir terlebih dahulu untuk menikmati indahnya Danau Kumbang. Jika dilihat dari atas, danau ini nampak eksotis dengan dikeliling pepohonan hijau. Pendaki pun sering berlama-lama didanau ini untuk menikmati keindahannya serta bercamping. Dari Danau Kumbang ke puncak, perjalanan pun harus dilanjutkan selama kurang lebih 2 jam.

Diperlukan waktu hingga berjam-jam untuk mencapai puncak Gunung Masurai dari pintu rimba. Namun segala upaya, dan perjuangan mencapai puncak akan terbayar lunas dengan panorama indah yang tersaji. Dari puncak wisatawan akan dihadapkan samudra awan, serta pemandangan Gunung Nilo yang menawan.

Gunung Masurai memiliki keindahan yang benar-benar masih alami. Lebatnya hutan tropis dengan segala pepohonan, danau-danau eksotis serta pemandangan dari puncak menjadikan gunung ini layak disebut sebagai surganya para pendaki. Kamu pun akan mendapatkan pengalaman berpetualang yang baru jika berkunjung ke gunung ini.

Disepanjang pendakian saja kamu sudah bisa menikmati sejuknya udara, berpadu kicuan burung yang merdu. Di Danau Kumbang kamu bisa bersantai, serta berlama-lama menikmati dingin dan segarnya air. Pemandangan di puncak pun tak kalah indahnya, kamu akan disuguhi samudra diatas awan yang cantik berpadu keelokan panorama Gunung Nilo.

Tempat Wisata di Bangko #7 Panorama Air Terjun Segerincing


Secara administratif, Air Terjun Segerincing terletak pada Desa Tuo, Kecamatan Lembah Masurai, Kabupaten Merangin, Jambi. Lokasinya berjarak sekitar 75 kilometer dari Kota Bangko, dan bisa dicapai dengan melakukan perjalan selama kurang lebih 2 jam. Wisatawan tak perlu bingung, karena terdapat beberapa angkutan umum dan juga travel yang bisa digunakan menuju ke lokasi air terjun.

Saat tiba di Desa Tuo, perjalanan pun harus dilanjutkan dengan melewati jalur berupa tanah berkerikil. Cukup ekstrim memang jika dilalui dengan mobil, namun jika wisatawan menggunakan motor bisa dengan mudah melewati jalanan ini. Bagi yang membawa mobil, dapat terlebih dahulu memarkirkan mobilnya di pemukiman warga lalu melanjutkan ke lokasi air terjun dengan berjalan kaki.

Sebelum sampai di tempar Air Terjun Segerincing berada, pengunjung harus menuruni anak tangga yang terbuat dari beton. Anak tangga ini cukup licin, karena banyak ditumbuhi lumut sehingga wisatawan harus waspada dan berhati-hati. Tak hanya itu saja ada sebuah jalan beton dengan kemiringan mencapai 45 derajat yang harus dilewati wisatawan.

Air Terjun Segerincing memiliki ketinggian yang mencapai 70 meter serta lebar pancuran 6 meter. Saat tiba dilokasi air terjun, seluruh rasa lelah pun serasa sirna berganti dengan keceriaan. Air terjun ini memiliki aliran sungai dibawahnya, dengan air jernih dan kedalaman sekitar setengah meter yang bisa digunakan untuk mandi.

Saking tingginya air terjun, disekitarnya tercipta semacam percikan-percikan air yang nampak seperti embun dengan radius mencapai 50 meter. Percikan air ini terjadi karena air yang jatuh menghantam bebatuan sungai yang juga terlihat seperti asap. Fenomena ini cukup menarik, dan menjadi pemandangan yang mampu memanjakan mata.

Keindahan air terjun ini seolah semakin lengkap, dengan keadaan alam yang masih terjaga dan lestari. Banyak terlihat pepohonan hijau yang tumbuh, serta tebing tinggi menjulang yang juga dipenuhi tumbuhan. Wisatawan akan benar-benar dimanjakan dengan panorama yang ditawarkan, serta akan dibuat betah berlama-lama di air terjun ini.

Bebatuan sungai dengan berbagai macam ukuran pun menjadi penghias keindahan Air Terjun Segerincing. Dibatuan ini pengunjung bisa melepas penat, serta menikmati indahnya alam. Bersantai sejenak melupakan aktivitas sehari-hari dan juga menghirup udara segar.

Bersumber dari Sungai Siau yang berhulu di Gunung Masurai, membuat air terjun ini memiliki air yang sangat jernih. Saking jernihnya, wisatawan bisa langsung meminumnya, tanpa dimasak terlebih dahulu. Disini wisatawan juga akan menjumpai berbagai ikan yang berenang bebas, dan terlihat dengan jelas dari permukaan.

Anehnya, Air Terjun Segerincing masih belum banyak dikunjungi wisatawan. Setiap harinya hanya sekitar 10 hingga 20 orang yang berkunjung. Pengunjung baru akan memadati tempat wisata ini saat libur lebaran, atau liburan panjang. Namun hal ini justru menjadi nilai lebih, karena suasana yang tenang dan bebas dari keramaian.

Tempat Wisata di Bangko #8 Panorama Indah Danau Pauh


Secara administratif, Danau Pauh terletak pada Desa Pulau Tengah, Kecamatan Jangkat, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi. Untuk melihat keindahan danau, wisatawan setidaknya harus melakukan perjalanan selama 3 jam dari Ibukota Kabupaten Merangin, Bangko. Namun jika datang dari Kota Jambi, perjalanan pun akan semakin memakan waktu yaitu sekitar 8 jam lebih.

Untuk menuju ke Danau Pauh, pengunjung bisa menggunakan baik kendaraan roda empat maupun roda dua. Namun masih belum ditemukan, transportasi umum yang bisa mengantarkan wisatawan ke objek wisata. Terdapat beberapa jalur yang bisa dipilih wisatawan, dan sebagian besar jalan sudah diaspal dengan baik namun akan sering dijumpai jalanan berkelok yang cukup ekstrim.

Danau Pauh merupakan sebuah danau vulkanik yang terbentuk akibat aktivitas dari gunung berapi jutaan tahun lalu. Danau ini memiliki luas mencapai 30 hektar, serta kedalaman hingga 20 meter. Berada pada ketinggian sekitar 1.200 meter dari atas permukaan laut, membuat udara disekitar danau cukup dingin khas daerah dataran tinggi.

Disekeliling danau, wisatawan akan disajikan dengan tanaman hijau yang mengitari sebagian besar kawasan Danau Pauh. Terdapat berbagai macam flora fauna yang bisa dijumpai, yang memang kawasan ini masih merupakan bagian dari Hutan Konservasi Taman Nasional Kerinci Seblat. Adanya flora dan fauna ini juga semakin menambah kesan lestari, dan natural serta mempercantik panorama danau.

Air yang terdapat pada Danau Pauh sangat jernih, namun juga dingin. Dengan kejernihan air tersebut, wisatawan bahkan bisa melihat ikan dan tumbuhan yang hidup didalam danau. Pada waktu tertentu, pengunjung danau akan disuguhkan sebuah fenomena menawan berupa pantulan dari Gunung Masurai yang seolah berada pada sebuah cermin.

Udara disekitar danau pun sangat sejuk dan segar, bebas dari kata polusi. Namun karena dinginnya udara, disarankan bagi wisatawan yang datang berkunjung untuk membawa jaket, atau pakaian hangat. Pesona yang dimiliki Danau Pauh ini memang sangat menawan, hamparan air danau yang membiru layaknya lautan luas, serta pepohonan hijau dan Gunung Masurai merupakan fenomena lengkap yang akan memuaskan pandangan wisatawan.

Ketika berkunjung ke Danau Pauh, wisatawan bisa menikmati pemandangan dengan leluasa serta menelusuri setiap sudut danau. Jika ingin sensasi berbeda, wisatawan juga bisa menaiki getek-getek dari bambu, serta menuju ketengah danau. Saat berada ditengah danau, akan terpampang dengan megahnya Gunung Masurai dari kejauhan.

Usai puas menelusuri danau, wisatawan juga bisa berkunjung ke perkebunan yang letaknya tak jauh dari danau. Masyarakat sekitar memang menggantungkan hidup dengan berkebun, terdapat aneka perkebunan yang bisa dijumpai seperti kopi, kentang, cabai, sayuran, kayu manis dan masih banyak lagi. Selain itu, hamparan sawah luas juga menjadi pemandangan yang akan memanjakan mata wisatawan.

Jika kamu hobi memotret pemandangan alam, maka Danau Pauh bisa kamu jadikan sebagai tujuan hunting foto. Disini kamu akan dimanjakan dengan berbagai objek, serta fenomena menarik yang bisa kamu bidik dengan kamera. Kamu juga bisa memotret dari tengah danau, dengan menaiki getek yang disediakan di pinggir danau. Apalagi jika kamu memiliki drone, kamu bisa mendapatkan hasil gambar dari udara yang sungguh menakjubkan.

Baca juga :
Tempat wisata ini juga sangat cocok bagi para wisatawan yang hobi memajang foto di sosial media. Kamu bisa berfoto selfie dengan background Gunung Masurai, atau hamparan danau yang luas lengkap dengan birunya air. Jika kamu hendak foto prewedding, tempat wisata ini juga bisa menjadi pilihan menarik untuk pemotretan prewedding.

***
Itulah rekomendasi tempat wisata yang ada di Kota Bangko yang dapat kami sajikan untuk Anda, selamat liburan !
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar